Saturday, November 28, 2015

10 Film dengan Quote Terbaik (Part 2)

   Wah udah lama juga saya gak update tentang 10 Film dengan Quote Terbaik, padahal dulu di postingan pertama saya sudah janji akan update part 2 nya. Maaf ya udah bikin kalian nunggu (Padahal nggak tau juga ada yang nungguin apa enggak haha).

Yap langsung aja, ini dia Part 2 nya...

1. The Prestige (2007)



2. Southpaw (2015)



3. 12 Angry Men (1957)




4. Shutter Island (2010)





5. Ocean's Thirteen (2007)




6. Night at The Museum - Secret of The Tomb (2014)




7. Constantine (2007)



8. The Expendables I (2010 ) & III (2014)





9. Fight Club (1999)







10. Kingsman : The Secret Service (2015)




Ditunggu ya Part 3 nya :)
Terima kasih.

Tuesday, November 17, 2015

The Godfather : Sisi Lain Kehidupan Mafia

  

   "Wow" itu yang ada di benak saya saat selesai menonton 3 film itu dengan durasi tiap filmnya hampir 3 jam, yap, saya berbicara tentang Trilogi Film The Godfather (1972, 1974, dan 1990). Dengan durasi selama itu tidak membuat saya mengantuk atau bosan, karena saya terlalu asik mengikuti alur ceritanya dengan cermat. Menurut saya The Godfather adalah film tentang mafia terbaik yang pernah saya lihat.

    The Godfather merubah cara pandang saya tentang apa itu mafia, selama ini saya berpikir bahwa mafia hanyalah soal siapa yang memiliki senjata terhebat & anggota terbanyak maka dialah yang berkuasa, tapi ternyata kekerasan saja tidak banyak berpengaruh dalam memperluas kekuasaan, meskipun pada akhirnya, finishing touch adalah saling membunuh, namun mafia adalah soal strategi, otaklah yang bekerja dengan keras dalam memecahkan permasalahan. Kita semua pasti setuju bahwa Vito Corleone (Marlon Brando) adalah ahli strategi, dia tenang dan bijaksana saat persoalan mafia menghampiri. Dia juga pandai dalam bernegosiasi kepada orang lain & memperbanyak relasi. Nah itulah yang harus kita teladani, tetap tenang dan berpikir jernih.



   Marlon Brando sukses menjalankan perannya sebagai Vito Corleone, pemimpin keluarga besar Corleone di The Godfather (1972). Penjiwaannya terhadap karakter yang tegas namun bijaksana itu tidak dapat diragukan, "like a real mafia", totalitasnya patut diapresiasi. Saya pernah membaca sebuah artikel mengenai Marlon Brando dalam film ini, dan ternyata selama akting, Brando mengisi pipinya dengan kapas agar sosok Don Vito Corleone terlihat seperti bulldog & leboh terlihat meyakinkan sebagai sosok yang benar-benar disegani. Tak heran jika dia memenangkan Piala Oscar atas perannya itu pada tahun 1972, namun dia menolak penghargaan itu, entah kenapa.


Unbelievable Facts

   Hal yang membuat saya takjub adalah fakta bahwa beberapa adegan di film ini adalah "real emotion" bukan akting, ada yang berupa spontanitas, improvisasi, dan lainnya. Contohnya ketika Mr. Woltz bangun tidur dan mendapati bahwa di bawah selimutnya ada kepala kuda kesayangannya yang berlumuran darah, ternyata kepala kuda & darah itu adalah asli, teriakan Mr. Woltz juga bukan akting karena dia baru sadar bahwa kepala kuda itu nyata. 



   Ada lagi, yaitu saat Enzo (Tukang Roti) mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk Vito Corleone yang sebelumnya tertembak, ternyata ekspresi gugup & gemetar (yang sukses membuat saya tertawa haha) setelah mobil mafia menjauh itu nyata, dikarenakan ia belum pernah berakting di depan kamera sebelumnya.



Lessons From The Godfather's Trilogy

    Film ini mengajak penonton agar ikut merasakan bagaimana rumitnya konflik dunia mafia, diamana otak harus bekerja keras. Jika anda sudah menontonnya, pasti anda tahu bagaimana Don Corleone sangat berhati-hati dalam mengambil langkah, tidak tergesa-gesa, dan tidak melibatkan urusan pribadi, "just pure business". Emosi juga mampu dikontrol dengan baik agar tidak berpengaruh pada pengambilan keputusan, karena dia tahu, jika kemarahan melanda, maka keadaan akan bertambah parah. Kesetiaan juga moral penting dari The Godfather, konflik utama film ini rata-rata adalah soal siapa yang berkhianat dan dikhianati, penyebabnya apalagi kalau bukan uang, seolah-olah uang bisa membeli segalanya, termasuk "loyality".




  Apa yang ingin disampaikan film ini adalah penggambaran sosok pria yang sebenarnya, banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, entah itu dari perilaku atau perkataan yang diucapkan. Salah satu contohnya adalah "Pria yang tak luangkan waktu bersama keluarga bukanlah pria sejati". Quote yang satu ini "ngena" banget, karena realitanya sekarang banyak pria yang sibuk mengurusi pekerjaannya sampai lupa dengan keluarga, berbeda dengan apa yang dicontohkan oleh Don Corleone, dia tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, bahkan saat di meja makan, dia tidak pernah membicarakan masalah bisnis. Itulah yang mampu membesarkan namanya serta disegani orang-orang disekitarnya.  Ingat, sesibuk apapun, sempatkan waktumu untuk keluarga.






   Well, Trilogi The Godfather adalah film yang brilian, recomended bagi kalian yang ingin menonton film mafia cerdas yang gak asal dorrr...dorr..., dan sebagai penutup, ini adalah Quote legendaris film ini, "I'm gonna make him an offer he can't refuse".



Rating : 4.5 / 5