
Di era modern ini, kita "dipaksa" menerima fakta bahwa kemajuan teknologi tidak bisa diperlambat. Akan selalu ada inovasi baru di segala bidang, dan apapun inovasinya pasti tidak akan jauh dari teknologi itu sendiri. Termasuk di bidang pendidikan, beberapa gagasan dilontarkan mengenai betapa tertinggalnya sistem pendidikan di negara kita, sementara persaingan Internasional semakin memanas, Sumber Daya Manusia yang seharusnya menjadi titik balik majunya bangsa ini justru termakan oleh kemajuan teknologi yang membuat semua orang tidak bisa lepas dari barang elektronik mereka, dari gadget mereka, seperti handphone, tablet, laptop, dan lain-lain. Ide brilian dikemukakan dan diterima dengan baik oleh pemerintah, Digital Class sebutannya, atau Kelas Digital, dimana gadget menjadi sarana pendukung, bahkan sarana utama dalam dunia pendidikan, dengan tujuan agar candu terhadap gadget tidak menjadikan seseorang malas untuk belajar, "Gadget hanya hiburan semata" itulah pandangan yang ingin diubah melalui Digital Class ini.
Sesuatu yang baru di masyarakat umum pastilah membawa beberapa dampak, entah itu positif atau negatif. Nah apa saja kelebihan dan kelemahan Digital Class dalam hal belajar-mengajar? Berikut ini adalah beberapa diantaranya :
Kelebihan
1. Pembelajaran akan menjadi lebih menarik
Kenapa menarik? Karena kelas digital adalah hal yang baru bagi masyarakat, dan semua hal baru akan membawa pengalaman bar pula bagi semua orang yang merasakannya. Guru akan merasakan cara membuat soal secara online, mengkoreksi jawaban dari siswa secara online pula. Sedangkan siswa bisa merasakan pengalaman mengerjakan soal melalui gadget mereka masing-masing, sementara orang tua, bisa mengawasi progress belajar anak dalam mengerjakan soal, bisa memantau pula, apakah ada tugas yang belum dikerjakan, bagaimana nilai anaknya, dan seterusnya. Hal-hal tersebut akan menjadi pengalaman menarik yang tak terlupakan.
2. Guru dan Siswa tidak terikat pada suatu tempat atau waktu
Ini dia bagian yang benar-benar berbeda dari sistem pembelajaran lama, masalah tempat dan waktu. Misalnya pada suatu hari libur ada guru yang ingin memberikan beberapa soal atau tugas kepada siswanya, maka guru tidak perlu memberitahu kepada semua siswa untuk berkumpul di suatu tempat (kelas sekolah misalnya) dan memberitahu secara detail apa saja soalnya, guru cukup menjelaskan secara detail mengenai soal/tugas yang ingin diberikan secara online dan siswa bisa melihat apa yang diumumkan oleh guru tersebut secara online pula, semuanya bisa diakses secara jarak jauh. Hal ini memungkinkan pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
3. Menghemat kertas
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bahan pembuat kertas adalah kayu yang berasal dari pohon di beberapa hutan di Indonesia, dengan adanya Digital Class ini, maka produksi kertas bisa sedikit dikurangi karena nantinya siswa dan guru hanya memerlukan gadget sebagai alat komunikasi & sarana utama KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Kekurangan
1. Harus terkoneksi dengan internet
Ini adalah kelemahan paling mendasar, karena Digital Class adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dengan internet, bahkan bisa dibilang Koneksi Internet adalah kunci utamanya. Jika masyarakat tidak bisa menggunakan internet dengan lancar maka Digital Class akan terhambat. Saya pernah melakukan beberapa sosialisasi & pengajaran tentang Digital Class ini di suatu SMP, dan disana saya membuktikan sendiri bahwa banyak sekolah yang belum siap, terutama dalam hal koneksi internet. Banyak siswa yang merelakan kuotanya berkurang untuk mengikuti kelas digital, otomatis mereka menggunakan biaya sendiri, apalagi kalau masalahnya menyangkut baik buruknya sinyal, karena tidak semua penyedia internet mempunyai sinyal yang bagus. Hal tersebut mengganggu terlaksananya Digital Class. Seharusnya pemerintah memberi anggaran untuk penyediaan internet di sekolah-sekolah, agar Digital Class bisa optimal nantinya.
2. Terkadang siswa lebih asik dengan internetnya dibandingkan dengan materi yang diberikan oleh guru
Saat saya membicarakan kelemahan ini kepada semua siswa yang saya ajar, sebagian besar dari mereka setuju dengan statement saya ini. Hal ini membuktikan dengan jelas bahwa kebiasaan lama mereka bersama gadget masih belum bisa sepenuhnya berubah. Ada yang bilang buka Facebook-lah, Twitter-lah, Instagram-lah, Youtube-lah, bahkan COC (Clash of Clans). Kebiasaan seperti ini hanya bisa diubah jika siswa benar-benar memiliki niat untuk mengubahnya. Ada saatnya siswa harus menerima materi dari Guru, ada saatnya juga siswa bermain dengan Gadget-nya masing-masing. Tentunya dengan porsi yang seimbang.
3. Boros dalam Segi Biaya
Proses meng-online-kan pembelajaran memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, banyak yang harus diperhitungkan dalam proses pengoptimalan Digital Class ini. Secara garis besar hanya ada 2 biaya, yaitu biaya listrik dan internet, tapi meskipun hanya 2, biayanya tidak sedikit. Penghitungan anggaran akan menjadi lebih besar dibandingkan dengan proses KBM sebelumnya.
4. Mengurangi Pembelajaran Sosial
Dampak inilah yang menurut saya paling berbahaya, yaitu menurunkan pembelajaran sosial, kenapa bisa begitu? Karena saat kelas digital sudah terealisasi dengan baik, maka tiap siswa dan guru akan membawa gadget, dan pastinya mereka akan sibuk dengan gadget masing-masing, bahkan bisa saja mereka menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, nantinya akan muncul sifat individualisme dengan menganggap bahwa gadget itu segalanya, gadget itu bisa menemani dimana saja dan kapan saja, padahal anggapan itu salah, pembelajaran sosial itu perlu, menjaga komunikasi yang baik dengan sesama juga baik, karena mampu meningkatkan tali persadaraan dan rasa solidaritas. Gadget mungkin bisa membantu menyelesaikan beberapa masalah, tapi hubungan sosial dengan orang-orang akan mengajarkanmu memahami apa itu masalah hidup dan bagaimana cara mengatasinya. Ingat-ingat itu.
 |
| Generasi Menunduk |
Itulah beberapa kelebihan dan kelemahan Digital Class. Memang bagus jika semua ini direalisasikan nantinya, namun kita harus selektif dalam menghadapi kemajuan ini. Jangan sampai kita "terbodohi" dengan teknologi yang semakin "pintar". Ambil sisi positifnya & buang sisi negatifnya. Sekian dan terima kasih.