Saturday, October 29, 2016

Sikunir : Keindahan Golden Sunrise di Desa Tertinggi di Pulau Jawa


 
   Libur sekolah adalah momen yang paling tepat untuk menghilangkan jenuh akibat kepadatan kota-kota besar, tak terkecuali Kota Semarang, yang merupakan Ibukota Jawa Tengah. Di hari kerja, kesibukan yang luar biasa nggak bisa dihindari, meskipun kami adalah pelajar, namun rutinitas pekerja kantoran sudah menjadi hal biasa bagi kami, pergi pagi pulang malam. Melelahkan memang. Itulah alasan kenapa kami bahagia ketika liburan telah tiba, karena itu satu-satunya penyelamat bagi komplotan OWL Adventure yang kurang piknik saat hari sekolah haha. Seperti biasa, tiap orang dari kami mencari destinasi yang tepat, dan setelah perundingan yang cukup lama, kali ini Dataran Tinggi yang kami incar. Hawa sejuk nan tenang lah yang kami inginkan.

   Kami berencana untuk menjelajahi Kota Wonosobo. Yap, kota yang terkenal dengan hawanya yang sejuk dan mempunyai banyak dataran tinggi. Mendaki gunung adalah hal yang terpikirkan oleh kami, tepatnya mendaki Gunung Prau yang mempunyai ketinggian 2565 meter di atas permukaan laut. Namun karena suatu hal, jalur pendakian Gunung Prau ditutup saat itu, mungkin karena musim hujan, jadi tracknya licin dan membahayakan. Akhirnya kami beralih ke Bumi Perkemahan Sikunir, Dieng.

   Kali ini OWL Adventure full personil. Ada saya, Dino, Rizel, dan Zuhri. Oh iya, ada satu lagi teman kita yang ikut serta dalam perjalanan ini, siapa lagi kalau bukan Bos Deri, nah buat yang belum tau siapa Bos Deri ini, bisa dilihat di artikel saat kami ke Umbul Ponggok, Boyolali.


   Tiga motor disiapkan, yaitu Karisma Biru, Supra Perjuangan, dan Beat Putih. Saya bersama Bos Deri, Dino bersama Rizel, dan Zuhri sendirian, membawa tenda yang sudah kami sewa untuk 2 hari. Sore hari kami berangkat, tepatnya setelah Sholat Ashar. Rute yang kami lewati adalah melalui Kota Temanggung, dimana kondisi jalanannya tidak seramai Semarang. Sesekali kami beristirahat, membeli persediaan makanan & air minum, biar nggak kelaparan disana. Saat baterai handphone habis & tak ada satupun yang membawa Power Bank, Minimarket pun jadi tempat charge darurat, seperti yang dilakukan Deri ini haha.

Minimarket = Charger Darurat

   Tepat sebelum Maghrib kami sudah sampai di Wonosobo, lumayan melelahkan, tapi kami enggan untuk beristirahat lagi, karena menurut OWL Adventure, lebih baik sampai di tempat tujuan dalam keadaan letih daripada banyak istirahat di perjalanan namun tak kunjung sampai.

   Hawa dingin mulai terasa, keringat karena gerah selama perjalanan berubah menjadi rasa kedinginan yang lumayan parah. Apalagi saat memasuki Kawasan Dieng, dinginnya bukan main, dan karena banyak yag tidak tahan dengan hawanya, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak, menyalakan api di kaleng kecil berisi spirtus yang sudah kami siapkan. Rasanya anget broo, beneran, hampir aja tangan serasa mati rasa, ini bukannya lebay, tapi memang keadaannya seperti itu, coba aja sendiri kalau nggak percaya haha. Setelah rasa kedinginan terobati, kami melanjutkan perjalanan. Nggak terasa jam udah menunjukkan pukul 9 malam, lumayan lama memang, karena saat itu gelap dan kondisi jalan ada yang sedikit rusak.

   Berjam-jam naik motor akhirnya kami sampai di Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa, dan seperti tempat wisata pada umumnya, kami membayar tiket masuk. Yang membuat kami agak kesal adalah biaya masuknya berlapis-lapis, hampir tiap kami melewati Gapura yang ada penjaga di Posnya kami diharuskan membayar. Tiga Gapura sudah kami lewati, harganya juga berbeda-beda, ada yang 5 ribu per orang, ada yang 7ribu, ada juga yang 10 ribu per motor. Karena saat itu kami lelah dan tidak mau berdebat dengan mereka, akhirnya kami dengan sukarela membayarnya, tanpa memperdulikan itu Pos Resmi atau bukan. "Pokoknya sampai ke tempatnya dulu".

   Alhamdulillah, kami sampai ke tujuan pukul 9.30 malam, segera kami dirikan tenda dan beristirahat melepas penat. Ditemani kopi hangat, kami berbincang-bincang. Talk about life, talk about love, talk about future. Sederhana, namun penuh canda tawa. Tanpa disadari, kami terlelap dalam tenda kecil di tepi Danau Cebong Bumi Perkemahan Sikunir.

   Bersamaan dengan bunyi alarm yang telah diatur semalam, pukul 4 pagi semua yang di dalam tenda bangun tidur, kecuali saya yang masih tertidur pulas haha. Rencannya kami akan mendaki Bukit Sikunir agar bisa menyaksikan Golden Sunrise, karena itulah tujuan utama semua wisatawan disana. Namun apa daya, rasa lelah yang belum sepenuhnya hilang memaksa kami untuk terlelap kembali. Akhirnya kami semua baru benar-benar sadar saat pukul 5 pagi. Semuanya ragu mau tracking apa nggak, soalnya waktunya udah mepet banget sama sunrise. Tapi dengan sedikit semangat, kami menunaikan sholat lanjut tracking. Kata warga setempat waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke spot sunrise itu 15 menit kalau lari, dan 30 menit kalau santai. Kami pilih opsi lari, dengan harapan nggak ketinggalan momen berharga itu.

   Ternyata spotnya nggak terlalu jauh, buktinya kami berhasil sampai dengan waktu 15 menit saja. Sudah banyak wisatawan yang berada disana, mereka menunggu saat sang fajar mengintip pagi. Dan perlahan matahari mulai terbit. Subhanallah, indahnya bukan main, Golden Sunrise at The Highest Village in Java. Bener-bener takjub saat melihat sunrise yang beda dari tempat lainnya. Keren pokoknya. Nggak lupa kami mengambil beberapa foto, agar bisa selalu dikenang hehe, sayangnya saat itu nggak ada yang membawa Kamera SLR, kami cuma membawa handphone pribadi, padahal kalau pakai SLR bakalan lebih bagus fotonya, tapi tak apalah, tetap harus bersyukur. Ini beberapa hasil jepretannya.







   Puas dengan Golden Sunrise kami kembali ke tenda, pemandangan di Danau Cebong juga nggak kalah bagusnya, kami berfoto sebanyak-banyaknya, ada yang udah nyiapin kertas juga untuk sekedar menuliskan ucapan selamat pagi, termasuk saya haha, tapi kertasnya nggak kami buang sembarangan, percuma dong ngetrip kalau nyampah, ya nggak?.




   Setelah sesi pemotretan berakhir kami bersiap-siap untuk kembali ke Semarang, melipat tenda, membuang sampah, dan mengemas barang pribadi. Kebetulan saat perjalanan pulang kami dekat dengan kawasan wisata lain, yaitu Kawah Sikidang, rugi juga kalau nggak mampir, udah sampai Wonosobo juga kan, kami memutuskan untuk mampir dan mengambil beberapa foto.





  Tepat setelah Dzuhur kami meninggalkan Kawah Sikidang dan melanjutkan perjalanan ke Semarang. Pulang ke rumah, kembali ke rutinitas awal, tapi satu yang kami kenang, Golden Sunrise at The Highest Village in Java nggak bakal terlupakan.

   Itulah petualangan kami di Kota Wonosobo. Semoga kalian bisa menyusul kami menikmati indahnya desain Tuhan disana. See you at our next trip. Thanks.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

Umbul Ponggok : Sensasi Laut di Dalam Kolam Renang



  Perjalanan kami yang pertama adalah ke Kota Susu, yap, Boyolali. Rencana perjalanan kesana berawal dari ide teman kami yang mengajak Komplotan OWL berkunjung ke rumah saudaranya di kota itu, sekalian pulang kampung katanya. Bos Deri namanya, kenapa bergelar bos? karena beliau itu disegani di kelas kita haha. Bercanda kok, sebenarnya itu cuma panggilan akrab saja, dan seperti teman kami yang lainnya, Deri juga punya nama samaran, yaitu "Beruk". Ini dia orangnya :



   Jam 3 sore hari kita mulai berangkat dari Semarang. Kali ini yang berperan adalah si Karisma Biru yang Saya & Deri kendarai dan Supra Perjuangan yang ditunggangi oleh Dino dan Rizel, serasa touring tapi dengan 2 motor saja. Oh iya, si Zuhri nggak ikut :( , saya lupa kenapa dia nggak bisa ngetrip bareng-bareng ke Boyolali ini. Rute yang kami lalui adalah lewat Kota Salatiga, karena di Lingkar Salatiga jalannya itu enak banget broo, serasa lewat tol, bebas hambatan. Jalanan nggak terlalu macet sih, jadi agak nyantai juga perjalanannya. Sesekali kami beristirahat melepas penat, biasanya sih di POM Bensin, sekalian sholat & ngisi bensin.



   Dua jam perjalanan kami lalui agar bisa sampai ke Boyolali, tepatnya saat maghrib kami sampai di rumah saudaranya Deri lumayan melelahkan, namun sambutan hangat dari tuan rumah menjadi obat bagi kami, itulah yang saya suka dari orang-orang desa, mereka ramah & mudah akrab kepada orang lain. Malam itu kami habiskan dengan beristirahat sambil ngopi, hawanya adem broo, paling pas buat nyruput yang anget-anget haha.



   Keeseokan harinya kami bersiap menjelajahi Boyolali. Pertama kita ke Sawah untuk jalan-jalan pagi, merasakan hawa sejuk nan bersih di pedesaan itu sesuatu yang nggak bakal kalian temuin di kota, tau sendirilah gimana kondisi kota-kota besar, udah rame, sumpek, banyak asap pula, nggak jernih broo.Setelah puas jalan-jalan sembari ambil foto dikit, kami berempat mikir, percuma dong kalau ke luar kota tapi nggak nyobain tempat wisata disana. Nah gagasan itulah yang mendorong pencarian objek wisata di daerah itu. Setelah mencari-cari destinasi, akhirnya kami tergoda untuk pergi ke Umbul Ponggok, kolam renang dengan sensasi laut. Walaupun bukan di Boyolali tempatnya, tapi kami tetap pergi kesana.

   Umbul Ponggok terletak di Jalan Polan Harjo, Klaten, Jawa Tengah. Deket sama perbatasan antara Boyolali dan Klaten. Kalau bingung pake maps aja ya, biar gak nyasar kayak kami, soalnya waktu itu kami nggak pake map, tapi mengandalkan interaksi sosial (tanya orang di pinggir jalan). Biaya masuknya murah kok, waktu itu nggak sampai 10 ribu per orang, dan perlu diketahui bahwa disini kedalamannya 1,5 meter sampai 2,5 meter, jadi buat yang nggak bisa berenang hati-hati ya, soalnya saya pribadi agak takut sih masuk ke kolamnya, maklum nggak bisa renang hehe, tapi tenang, ada penyewaan pelampung, saya lupa biayanya, pokoknya nggak mahal-mahal amat, yang penting nyawa aman haha.



Unforgettable Experience

   Pengalaman disana yang nggak bakal saya lupain adalah melihat beberapa orang yang hampir tenggelam gara-gara nggak bisa berenang, ngeri broo, 3 teman saya waktu pertama masuk ke kolam juga hampir tenggelam, untungnya saya nggak ikut nyebur, saya masih duduk di tepi kolam, jadi mereka bisa pegangan kaki saya, selamet dah, tapi ngeri. Ohiya di tengah kolam ada tiang-tiang besi seperti jeruji penjara, fungsinya sebagai pegangan buat yang nggak bisa berenang dan juga pelindung untuk mesin khusus disana. Waktu itu saya lagi di jeruji itu, saya ngeliat ada yang renang dari tepi menuju tempat saya pegangan, "Ini orang kayaknya bisa renang" dalam benak saya. Pas mau nyampe, tiba-tiba dia kehabisan tenaga, hampir tenggelam dia, saya spontan nolongin dengan cara narik tangan dia, alhamdulillah selamet, tapi ngeri broo. Sebenarnya ada sih tim penyelamat dari pihak Umbul Ponggoknya, tapi mereka nggak bisa setiap detik mengawasi, jadi jangan bergantung kepada mereka, utamakan keselamatan anda.

   Sebelum berenang hapenya si Dino udah dilapisi dengan plastik (kayak laminating) , disana ada jasa press hape biar hapenya nggak basah saat digunain buat foto di bawah air, tapi karena faktor-faktor tertentu, nggak ada hasil jepretan yang bagus haha. Ahirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa underwater photo dari pihak Umbul, biayanya 60 ribu per 30 menit atau 100 ribu per jam, kami ambil yang 30 menit, dan hasilnya memuaskan broo, setengah jam udah dapet banyak foto yang keren-keren. Itu pertama kalinya kami foto underwater.






   Kami berfoto di 2 spot, yaitu di dekat jeruji dan di batu besar di tengah kolam, nah berhubung saya nggak bisa renang dan takut kalau tidak ada pegangannya, saya memutuskan untuk tidak ikut berfoto diatas batu besar, ngeri. Bos Deri aja hampir tenggelam, tapi untung ditolongin sama masnya yang ngambil foto. Saya mah ngakak aja dari tepi kolam haha.




   Nggak kerasa udah 30 menit kami berfoto ria, hasilnya udah 100-an foto, lumayan banyak, sebanding lah dengan harga sewa jasa foto. Setelah transfer filenya dari kamera ke hape, kami mandi dan bergegas pulang ke rumah saudaranya Deri lalu pulang ke Semarang.

   Itulah sedikit cerita kami dari Umbul Ponggok, buat kalian yang ingin foto underwater, nggak ada salahnya pergi kesini, selain biaya terjangkau (nggak perlu ke laut beneran bro), jaraknya juga nggak jauh-jauh amat.

Okay, see you at our next trip :) Thanks ya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

Friday, May 20, 2016

10 Film dengan Quote Terbaik (Part 4)

1. Public Enemies (2009)




2. The Other Guys (2010)




3. Heat (1995)




4. Karate Kid (2010)





5. The Good Dinosaur (2015)




6. The Expendables 2 (2012)




7. Iron Man 3 (2013)





8. Non Stop (2014)





9. Gridiron Gang (2006)




10. The Internship (2013)



Monday, May 2, 2016

Apa itu Google Adsense?



Tak perlu diragukan lagi dengan adanya internet kita bisa mendapatkan banyak keuntungan, seperti menemukan beberapa informasi, menjelajahi dunia yang luas, mendekatkan kita kepada orang-orang yang jauh melalui Social Network, bahkan kita bisa mendapatkan penghasilan dari internet.

Bagi kalangan blogger profesional, Google Adsense tentu sudah tidak asing di telinga mereka, karena menurut pemahaman pribadi penulis, Adsense menjadi sumber penghasilan utama karena mampu memberikan bayaran yang tergolong lebih banyak dibandingkan program advertising lainnya, tapi bagi masyarakat awam, yang baru mengenal dunia website dan blogging, Google Adsense belum tentu dipahami oleh mereka.

Nah apa itu Google Adsense? Google Adsense adalah program periklanan yang dimiliki oleh Google, jadi konsepnya pihak Google akan menampilkan iklan mereka di blog/website kita, lalu pendapatannya tergantung dari jumlah visitor blog dan jumlah orang yang mengklik iklan kita, mudah kan konsepnya? Tapi jangan salah, karena perusahaan sebesar Google yang memiliki program periklanan tersebut, maka untuk menjadi salah satu blog yang memenuhi kualitas pemasangan iklan dibutuhkan kerja keras dan kesabaran ekstra.

Ada 2 jenis akun Google Adsense, yaitu Hosted dan Non-Hosted.

Hosted
Iklan pada akun Google Hosted hanya bisa dipasang di blog yang menggunakan domain .blogspot.com tidak memiliki Top Level Domain seperti .com , .net , .org , dan lain-lain. Hanya platform blogspot yang bisa dipasangi iklan Adsense Hosted, sementara platform .wordpress.com tidak bisa.

Non-Hosted
Berbeda dengan akun Hosted, iklan akun Non-Hosted bisa dipasang di semua website/blog yang menggunakan domain TLD, tapi cara mendaftar akun Non-Hosted Indonesia superr sulit, kenapa saya bilang begitu? Karena Balonjingga.com sendiri masih "digantungin" sama pihak Google perihal diterima atau tidaknya web penulis menjadi web yang bisa dipasangi iklan Adsense.

Perlu diketahui ada 2 tahapan review saat mendaftar akun Google Adsense.

Review Pertama
Tahap pertama pendaftaran bisa dibilang lumayan mudah, karena pada review pertama anda hanya akan diminta memasang kode iklan di blog anda, permintaan tersebut dikirim melalui email seperti di bawah ini :



Review Kedua
Nah ini dia tahap yang sulit, yaitu Review Kedua. Setelah anda memasang iklan pada blog, biasanya iklan tidak akan muncul dan berwarna putih polos, apakah itu error? Tidak, hal itu dikarenakan web/blog anda sedang di-review secara spesifik oleh pihak Google, dan nantinya anda akan diberitahu melalui email apakah web anda lolos review atau tidak melalui email, apabila diterima maka isi emailnya "Congratulations....", jika tidak maka isi emailnya berupa penolakan yang menyertakan alasan kenapa web anda tidak bisa mendaftar akun Google Adsense.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai apa itu Google Adsense dan beberapa jenis serta tahapan pendaftarannya. Memang sulit mendapatkan akun Adsense, bahkan web penulis masih belum tahu apakah diterima atau tidak. Pokoknya selalu semangat blogging dan meningkatkan kualitas website kita. Sekian, terima kasih.

Monday, March 28, 2016

10 Film dengan Quote Terbaik (Part 3)

1. The Interview (2014)






2. G.I. Joe : Retaliation (2013)



3. Insomnia (2002)




4. Whiplash (2014)



5. Jurassic World (2015)





6. Escape Plan (2013)



7. 5 Centimeters Per Second (2007)



8. TED 2 (2015)



9. Turbo (2013)



10. RED (2010)



Ditunggu ya part 4-nya :)