Sebelum mengawali review kali ini, izinkan saya untuk memberikan applause kepada Jaume Collet-Serra selaku direktor film Non Stop, kenapa? Karena beliau telah berhasil mempersembahkan film action dengan tambahan permainan pikiran yang menarik. Bukannya menjual aksi-aksi film hollywood pada umumnya, namun Non Stop mampu memberikan rasa penasaran yang lumayan dalam saat mengikuti alurnya secara bertahap. Jarang saya menikmati rasa penasaran di dalam film action, karena sebelumnya, film action yang saya kenal tidak memberikan sedikit olahraga bagi otak untuk berpikir, melainkan lebih mengunggulkan aksi-aksinya daripada aspek lain.
Berawal dari kisah seorang Polisi Lintas Udara bernama Bill Marks atau sering dipanggil Agen Marks yang diperankan oleh aktor senior Liam Nesson yang bertugas menjaga keamanan di dalam pesawat saat melakukan penerbangan. Suatu ketika saat dia bertugas, ia mendapatkan pesan singkat di handphone-nya yang berisi ancaman pembunuhan tiap 20 menit sekali jika Marks tidak menuruti perintahnya untuk mengirimkan uang sebanyak 150 juta dollar ke suatu rekening. Sepanjang film anda akan disuguhkan dengan usaha Mark mencari siapakah orang yang mengirim pesan ancaman tersebut.
Setelah membaca sedikit ulasan di atas mungkin anda berpikir bahwa ide dasar Non Stop sangat simpel, tapi bagaimana jika saya beritahu bahwa rekening tersebut atas nama Bill Marks? Si Polisi Lintas Udara sendiri, Mulai bingung kah? Ini lah yang membuat saya begitu menyukai Non Stop. Film ini mencoba memainkan pikiran kita dengan cara memperlihatkan kebingungan Agen Marks saat mencari tersangka di antara hampir 160 orang di dalam pesawat. Kita dipaksa untuk menebak kira-kira siapa yang menjadi pelaku dan apa motifnya.
Ada 3 hal yang menurut pandangan pribadi saya adalah keunggulan dari Non Stop, yaitu Plot, Twist Ending, dan Konflik
Plot
Jalan cerita, ya, bagi kalian yang sudah menonton film berdurasi 1 jam 46 menit ini, jika saya mengatakan bahwa plot Non Stop memiliki kekuatan tersendiri pasti kaliantidak akan menyanggahnya. Di awal saya tadi memberitahu bahwa kebingungan mulai bisa dirasakan penonton saat mengetahui bahwa rekeningnya atas nama Bill Marks, hal ini menciptakan 2 opsi cerita bagi direktor, yaitu menjadikan Marks sebagai pahlawan atau justru sebagai penjahat yang memiliki permasalahan dengan pikirannya. Jika kalianmasih bingung dengan opsi kedua, mungkin kalian bisa melihat film Shutter Island karya Martin Scorsese, dimana aktor utama ternyata adalah orang yang memiliki gangguan kejiwaan (silahkan dilihat, recomended hehe). Andai saja Non Stop berani mengambil opsi kedua, pasti film ini menjadi lebih mind-blowing dan membuat penonton berkata "Whattt the ..." setelah menontonnya.
Twist Ending
Twist yang saya bicarakan adalah tentang siapa pelaku sebenarnya dan bagaimana caranya mengkondisikan semua hal sesuai dengan kemauannya. Boleh dibilang tokoh antagonis kali ini termask penjahat yang cerdas, dan saya menyukainya. Tenang, saya tidak akan bocorkan siapa pelaku sebenarnya, sayang jika saya beberkan semuanya. Saya sendiri juga tidak suka dengan spoiler yang berlebihan.
Konflik
Non Stop hanya memberikan sentuhan konflik yang cukup menegangkan, sedangkan untuk feel-nya, menurut saya film ini belum mampu memberikan konflik nyata bagi para penonton, termasuk pita peninggalan anak Marks, penyakit Jen yang diperankan oleh Julianne Moore, dan motif utama pelaku di bagian sebelum ending. Mungkin ini terjadi karena penonton lebih asik dengan rasa penasarannya akan siapa dalang dari semua kekacauan tersebt, termasuk saya.
Hanya ada satu kekurangan yang menurut saya agak mengganjal. Ini tentang beberapa penumpang pesawat yang kelihatannya dibuat "seolah-olah" mencurigakan, mulai dari Reilly, sang polisi NYPD yang diperankan oleh Corey Stoll, lalu ada dokter berkebangsaan arab, dan masih banyak lagi. Mereka seperti disuruh berakting mencurigakan agar kita mengira bahwa salah satu diantara merekalah pelakunya, bagi pihak penggarap film mungkin ini menjadi keunggulan tapi menurut saya, bertingkah natural justru lebih membuat kesan nyata dan bingung yang sebenarnya.
So, Non Stop memberi warna baru bagi film action, semua hal yang sudah saya bicarakan tadi membuat film ini pantas menjadi salah satu film cerdas yang wajib ditonton. Semoga kalian menikmati Non Stop seperti halnya kepuasan saya saat menontonnya. Terima kasih.
Rating : 4/5




1 comments:
Write commentsmantap nih gan kebetulan udh ada reviemny thx y gan
Reply