Bayangkan apabila kita menggunakan kipas angin untuk
mendinginkan diri di hari yang panas. Ketika menyalakan kipas, kita ingin
menaruhnya di suatu lokasi yang langsung mengarah kepada kita. Jika ada
penghalang di antara kita dan kipas itu maka sebagian angin akan mengenai kita
dan sebagian besar akan terhalang. Sinyal nirkabel (wireless) bekerja dengan cara yang
hampir sama.
Sinyal yang dalam propagasinya melewati dinding-dinding penghalang, maka akan mengurangi kekuatan sinyal dan konektivitas dari sinyal nirkabel tersebut.
![]() |
| Jangkauan Sinyal Wireless Router |
Ini mirip seperti cara kerja pada sinyal radio.
Penghalang fisik menjadi salah satu penyebab kuat lemahnya suatu sinyal nirkabel
yang diterima oleh client. Untuk
performa sinyal yang optimal, arah dari sinyal nirkabel harus menembak langsung
ke arah Access Point tanpa halangan. Tentu saja hal ini tidak bisa selalu
diterapkan. Radar (pemancar nirkabel) mungkin bisa berkomunikasi dengan AP,
ketika ada suatu sudut atau lekukan dari beberapa ruangan di dekatnya namun
kekuatannya mungkin tidak maksimal.
Dalam banyak kasus, kita perlu untuk menempatkan radar pada lokasi yang optimum untuk kebanyakan perangkat dalam mendapat /
menerima sinyal atau kita bisa melihat contoh-contoh penempatan pada gambar
sebagai referensi untuk menentukan posisi terbaik radar.
Walaupun radar boleh diletakkan dimana saja kita bisa
menggunakan “speedtest” (pengukur kecepatan internet) pada tiap client di
beberapa lokasi di rumah untuk menentukan posisi mana yang paling cocok. Lengkung-lengkung
sinyal nirkabel pada gambar menunjukan kuat lemahnya sinyal nirkabel yang bisa diukur
dari pendeteksi sinyal AP.
![]() |
| Penanda kuat lemahnya sinyal |
Semakin sedikit sinyal yang diterima, maka konetivitas
dan kekuatan dari suatu nirkabel itu juga berkurang keandalan (reliabilitinya).
Beberapa perangkat harus terkoneksi ke radar terlebih dahulu sebelum terkoneksi
ke modem.
Pengetes koneksi dari radar itu
mengetes kekuatan dan kehandalan dari radar yang ada pada perangkat yang
tersambung. Ketika kita sedang mencari sinyal nirkabel yang dipancarkan oleh
radar, sinyal yang dapat ditangkap maka
kekuatan & reliabilitasnya tergantung kepada perangkat yang digunakan.
![]() |
| Jangkauan Sinyal Terbaik Wireless Router |
Posisi penangkap Wi-Fi pada perangkat &
lokasi perangkat dengan radar juga merupakan faktor kekuatan sinyal yang
tertangkap dari AP. Bukan hanya dari AP, tapi posisi client terhadap radar juga
menentukan kekuatan sinyal. Idealnya, radar sebaiknya diletakkan di titik
tengah dari posisi semua AP. Bayangkan jika radar ditaruh di garasi misalnya
(yang sinyalnya susah diterima dengan baik di ruangan lain) ke tempat lain yang
strategis misalnya ruang tamu / ruang keluarga, maka sinyal yang didapat akan
lebih baik.
Dan juga,
menurut koneksi apa yang sedang dibutuhkan/ digunakan pada radar, dapat
dibedakan penempatan dari AP/client. Jika di dapur sering digunakan untuk
streaming video memasak dan di kamar
tidur hanya sering mengirim email , maka lebih baik radar ditaruh di dekat
dapur.
Jadi tempatkanlah radar sesuai kebutuhan di setiap ruang. Dan sebaiknya sumber powernya dekat dengan radar.
Jika tidak
dekat, gunakan kabel yang fleksibel & lebih panjang untuk menjangkau radar
dan untuk menempatkannya lebih baik. Jika memang tak terjangkau, panggil ISP
untuk memasang kabel telepon di dekat tempat ideal radar.
Kesimpulan:
1.Tempatkan radar mengarah
langsung ke arah client
2.Tempatkanlah di tempat yang optimal sehingga client bisa menangkap sinyal
3.Sinyal yang dapat ditangkap maka
kekuatan & reliabilitasnya tergantung pada perangkat yang digunakan.
4.Posisi penangkap Wi-Fi pada
perangkat & lokasi perangkat dengan radar juga merupakan faktor kekuatan
sinyal yang tertangkap dari Access Point.
5.Posisi client terhadap radar juga
menentukan kekuatan sinyal.
6.Tempatkanlah radar sesuai kebutuhan
di setiap ruang.
7.Sebaiknya sumber power dekat
dengan radar.
Source : http://lynda.com







26 comments
Write commentsbaru paham :)
ReplyBaru tau ane gan thx gan infonya
Replykalau aku sih taruh di ruang tengah
Replyooh jadi begitu penempatan access point sama wireless yang benar, makasih gan.. tutornya
ReplyJadi tau masang router yang bener ni gan, nice gan infonya :D
Replythanks infonya bro.
Replybaru nyadar gan
ReplyBagus nih infonya.. bisa jadi pegangan buat ntar klo mau masang..
Replymakasih gan tips menempatkan accest point dan wirelessnya, namabah ilmu gan
Replyakhirnya paham juga penempatannya
Replymantap infonya,...
Replymakasih sob, jadi ada gambaran kalo nanti pasang :D
Replybagus gan infonya, lumayan kalo nanti pasang dirumah
ReplyItu jaraknya berapa meter ya !
Replypantesan aku sering gak konek, wah mantap dah, baru coba ternyata bisa mulai ada signal, tinggal cek penempatannya lg, thank you infonya gan
Replyheheh makasih atas pemberitahuannya gan,,jadi ngerti ni
ReplyAkhirnya tau penempatan Routernya, thanks infonya gan
ReplyDulu saya berpikir kalau sinyal Wi-Fi itu mampu menembus tembok tebal karena memang meynerupai sinyal radio. Tapi ternyata ada penempatan yang baik supaya sinyal yang diperoleh tetap optimal.
ReplyTerima kasih ya penjelasannya.
Nice artikel :D kebetulan dirumah ane ada Wifi Router :D
Replywah baru tau, pantesan sinyal wifi di kosan ilang timbul
Replybaru tau :D
Replymanteb nih gan tutorial penempatannya,pengen mindahin wifi ane sii...
Replytapi takut dimarahin ortu wkwkkw
Nah ini pas banget kalau dilengkapi dengan denahnya sehingga pas banget penempatanny
Replykeren gan tutorialnya, sangat bermanfaat nih buat referensi penempatan radar
ReplySip gan ilmunya berguna buat saya
ReplyThanks infonya, saya jadi mengerti sekarang
Reply